Thursday, 17 November 2011

Alat Indera pada Manusia

Alat Indera pada Manusia 
Kamu hidup dalam lingkungan yang selalu berubah–ubah, untuk itu kamu harus dapat mengenali keadaan lingkungan di sekitar kamu.

Kamu dapat melihat cerahnya alam sekamur, dapat mendengar suara desau angin dan kicau burung, kamu juga dapat merasakan hangatnya pancaran matahari pagi dan mencium aroma wangi bunga. Nah menurutmu apa yang menyebabkan kamu dapat melakukan semua itu?

Ya, benar karena kamu mempunyai alat indera. Alat indera adalah organ yang dapat menerima jenis rangsangan tertentu, sehingga disebut organ penerima rangsang atau reseptor. Tentu saja kamu dapat menyebutkan organ-organ indera bukan ?
 
Ada lima macam indera yaitu :
1. Mata, sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor).
2. Telinga, sebagai penerima rangsang getaran bunyi (fonoreseptor) dan tempat beradanya indera keseimbangan (statoreseptor)
3. Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa gas (kemoreseptor)
4. Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang terlarut (kemoreseptor)
5. Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan (tangoreseptor)
 
 Mendengar dan melihat, kegiatan yang menggunakan indera kamu.
 
Indera Penglihatan
Mata merupakan indera penglihatan yang yang berfungsi untuk menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina. Kemudian, rangsangan ini dialihkan ke pusat
penglihatan melalui serabut-serabut saraf  penglihatan untuk diterjemahkan oleh otak.

Struktur Bola Mata
Bola mata manusia berbentuk agak bulat, dilapisi oleh tiga lapis jaringan yang berlainan, yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam mata.
Agar pemahamanmu lebih jelas perhatikan gambar berikut !
Lapisan luar mata (lapisan sklera)
Lapisan sklera berwarna putih kompak. Di lapisan ini terdapat kornea yang bening transparan, yang menerima cahaya masuk ke bagian dalam mata dan membelokkan berkas cahaya sedemikian rupa sehingga dapat difokuskan dan diteruskan ke lensa mata 

Lapisan tengah mata (lapisan koroid)
Lapisan tengah mata
berwarna hitam. Lapisan koroid berpigmen melanin dan mengandung banyak pembuluh darah, sehingga berfungsi memberi makanan dan oksigen bagi mata.  Lapisan ini berfungsi juga untuk menghentikan refleksi berkas cahaya yang menyimpang di dalam mata. Lapisan koroid membentuk iris dan member warna pada bola mata 

Lapisan dalam mata (retina)
Retina terdiri atas reseptor cahaya yang sesungguhnya,yaitu berbentuk sel batang dan sel kerucut. Pada bagian lapisan retina yang dilewati berkas saraf ke otak tidak memiliki reseptor dan tidak peka terhadap sinar. Oleh karena itu,daerah ini disebut bintik buta, jika bayangan jatuh pada bintik buta maka bayangan tersebut tidak dapat terlihat. 

BAGAIMANA STRUKTUR BOLA MATA KAMU?
Struktur bola mata mulai dari depan ke belakang, adalah sebagai berikut:
  1. Kornea merupakan bagian depan mata yang bening , transparan dan tembus cahaya. Kornea berfungsi membantu memfokuskan bayangan pada retina.
  2. Iris atau selaput pelangi terletak di depan lensa yang bersambung dengan selaput koroid. Iris berfungsi mengecilkan atau membesarkan ukuran pupil. Iris memberi warna pada mata.
  3. Pupil merupakan bintik tengah iris mata dan merupakan celah dalam iris yang dilalui cahaya untuk mencapai retina. Pupil dapat membesar dan mengecil, tergantung intensitas cahaya yang diterima.
  4. Aqueus humor merupakan cairan yang berasal dari badan siliari dan diserap kembali ke dalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui pembuluh vena yang halus (venula).
  5. Lensa adalah sebuah benda transparan bikonveks (cembung pada kedua sisi). Lensa terletak persis di belakang iris.
  6. Vitreus humor merupakan cairan berwarna putih seperti agar-agar. Cairan ini berfungsi untuk memberibentuk dan kekokohan pada mata. Selain itu, berfungsi juga untuk mempertahankan hubungan antara retina dengan selaput koroid.
Cara kerja mata :
Cahaya masuk ke mata melalui pupil kemudian dilanjutkan ke lensa mata. Lensa mata mengarahkan cahaya sehingga jatuh tepat di retina. Ujung-ujung syaraf penerima pada retina menyampaikan banyangan benda ke otak dan otak memproses sehingga kamu dapat melihat benda tersebut.
 
Indera Pendengaran
Telinga merupakan organ pendengaran. Telinga terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan rongga telinga dalam.


TELINGA BAGIAN LUAR
Telinga luar terdiri atas daun telinga yang merupakan tulang rawan elastis. Daun telinga berfungsi untuk menerima dan mengumpulkan gelombang suara yang masuk, terdapat rambut rambut halus yang berfungsi untuk menghalangi benda asing yang masuk. Selain itu, terdapat kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.

TELINGA BAGIAN TENGAH Telinga tengah disebut juga rongga timpani merupakan bilik kecil yang mengandung udara. Rongga ini terletak di sebelah dalam membran timpani atau gendang telinga.
Di sebelah depan telinga tengah terdapat saluran eustachius yang menghubungkan rongga mulut  dengan telinga bagian tengah  Saluran ini berfungsi untuk menjaga agar tekanan udara antara udara luar dengan udara di dalam telinga tengah tetap seimbang . Di dalam rongga telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran, yaitu tulang martil (maleus) yang melekat pada gendang telinga, tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan tingkap oval pada telinga dalam. Ketiga tulang ini berfungsi untuk mengalirkan getaran suara dari gendang telinga ke rongga telinga dalam.


TELINGA  BAGIAN  DALAM
Pada telingan bagian dalam terdapat tiga saluran setengah lingkaran dan rumah siput (koklea) Rongga telinga dalam terdiri atas berbagai rongga yang menyerupai saluran-saluran dalam tulang temporalis.Rongga-rongga ini disebut labirin tulang karena  dilapisi membran membentuk labirin.Labirin tulang terdiri atas tiga bagian, yaitu vestibula,saluran setengah lingkaran yang bersambung dengan vestibula, dan kokhlea. Kokhlea adalah sebuah tabung berbentuk spiral yang membelit dirinya seperti rumah siput. Dalam setiap belitan terdapat saluran  yang mengandung ujung-ujung akhir saraf pendengaran. Cairan dalam labirin  disebut endolimfa dan di luar labirin membranosa disebut perilimfa. Getaran pada cairan ini akan diteruskan ke saraf pendengaran di otak.

bagian-bagian telinga
Cara telinga bekerja :
Getaran bunyi ditangkap dan dikumpulkan oleh daun telinga,  getaran suara diteruskan oleh gendang telinga ke tulang pendengaran .Getaran suara dari tulang pendengaran diterima oleh tingkap jorong dan rumah siput kemudian getaran suara menggetarkan cairan limfa di dalam rumah siput. Getaran rumah siput merangsang ujung-ujung syaraf pendengaran, rangsangan diteruskan ke otak dan otak memproses sehingga kamu dapat mendengar suara tersebut. 


Indera Penciuman
Hidung, selain sebagai organ pernapasan juga merupakan indera penciuman. Sel-sel sensoris  penerima rangsang berupa gas (bau), terdapat di lapisan epiteium dalam rongga hidung dan dilindungi oleh mucus (lendir). Di akhir setiap sel sensori terdapat silia atau rambut pembau. Sensasi penciuman dirangsang oleh gas yang terhirup. Rasa penciuman ini sangat peka, tetapi kepekaan ini mudah hilang bila dihadapkan pada suatu bau yang sama untuk waktu yang lama. Misalnya kamu amati orang–orang yang tinggal dekat dengan temmpat pembuangan atau tumpukan sampah, mereka melakukan aktivitas tanpa harus menutup hidung karena menghindari bau. Rasa penciuman akan melemah bila kamu sedang flu karena terdapat penumpukan cairan yang menghalangi silia untuk membaui sesuatu.
Bagian-bagian hidung :
1. saraf pembau yang terletak pada selaput lendir di rongga hidung atas
2. selaput lendir lendir
3. rambut – rambut hidung yang berfungsi menyaring kotoran yang masuk ke dalam rongga hidung
Cara hidung bekerja :
Bau/gas yang sampai ke hidung merangsang ujung-ujung syaraf indera pembau, kemudian   rangsangan diteruskan ke otak kemudian otak memproses sehingga dapat menterjemahkan bau yang kamu hirup.

Rongga hidung, sebagai indera penciuman yang menerima rangsang zat kimia yang berbentuk uap.

Indera Pengecap
Makanan apa yang kamu suka, coklat, es krim atau kue bolu? Mengapa kamu menyukai makanan tersebut? Ya, karena rasanya enak dan lezat. Mengapa kamu dapat merasakan rasa enal dan lezat? Betul, karena kamu mempunyai lidah yang dapat mengecap semua rasa tersebut.
Lidah merupakan indera perasa. Selain membantu proses pencernaan, lidah juga dapat merasakan rasa makanan. Permukaan lidah kasar karena terdapat tonjolan yang disebut papila. Papila ini berfungsi untuk mengecap. Ada empat macam rasa yang dapat dikecap, yaitu rasa manis, pahit, asam, dan asin. Umumnya, makanan memiliki ciri harum dan ciri rasa. Ciri harum merangsang ujung saraf penciuman, bukan pengecapan. Agar dapat dirasakan, semua makanan harus menjadi cairan dan harus bersentuhan dengan ujung saraf yang mampu menerima rangsangan berbeda-beda. Reseptor rasa manis dan asin terdapat di ujung lidah, rasa pahit di pangkal lidah, dan untuk rasa asam ada di sisi lidah bagian dalam.
Fungsi lidah :
1. mengatur makanan di dalam mulut
2. membantu menelan makanan
3. mengecap rasa makanan
4. membantu mengucapkan kata-kata

Bagian-bagian lidah :
1. Papilla yaitu tonjolan-tonjolan di permukaan lidah.
2. Syaraf pengecap yang terdapat pada papilla.
3. Pangkal lidah peka terdapat rasa pahit.
4. Ujung lidah peka terhadap rasa manis.
5. Pinggir lidah peka terhadap rasa asam dan asin.


bagian-bagian lidah
Cara lidah bekerja :
Makanan dan minuman merangsang ujung-ujung syaraf pengecap yang terdapat di bawah papilla , rangsang diteruskan ke otak kemudian otak memproses dan kamu dapat merasakan segala rasa makanan.
 
 
Kulit merupakan indera peraba. Kulit menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan bersambung dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga dan lubang-lubang masuk. Kulit mempunyai banyak fungsi, yaitu sebagai indera peraba, membantu mengatur suhu dan mengendalikan hilangnya air dari tubuh, dan mempunyai sedikit kemampuan eksretori, sekretori, dan absorpsi. Kulit dibagi menjadi dua lapisan, yaitu epidermis (kutikula) dan dermis (korium).

Penampang kulit
EpidermisEpidermis merupakan lapisan kulit yang paling terluar dan berfungsi melindungi lapisan di bawahnya. Epidermis tersusun atas jaringan epitel berlapis dan terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan tanduk dan zona germinalis.Lapisan tanduk (lapisan epidermal) terletak paling luar dan tersusun atas tiga lapisan sel yang membentuk epidermis,yaitu stratum korneum, stratum lusidum, dan stratum granulosum. Zona germinalis terletak di bawah lapisan tanduk. Sel berduri adalah sel dengan fibril halus yang menyambung sel satu dengan yang lain. Sedangkan, sel basal bersifat meristematis dengan terus-menerus memproduksi sel epidermis baru.Pada lapisan epidermis terdapat lapisan malpigi yang mengandung pigmen dan member warna pada kulit.

Dermis
Di bawah lapisan epidermis terdapat lapisan dermis artau kulit jangat. Lapisan dermis tersusun atas jaringan fibrus dan jaringan ikat yang elastis. Pada permukaan dermis tersusun papila-papila kecil yang berisi pembuluh darah kapiler.
Ujung akhir saraf sensoris terletak di dalam dermis. Kelenjar keringat yang berbentuk tabung berbelit-belit terletak di sebelah dalam dermis, salurannya melalui dermis dan epidermis, kemudian bermuara ke pori-pori kulit yang dapat mengeluartkan keringat. Pada kulit terdapat beberapa jenis reseptor, antara lain rasa nyeri, rasa panas, rasa dingin, rasa sentuhan, dan tekanan.

Jaringan ikat bawah kulit

Di bawah lapisan dermis terdapat jaringan ikat bawah kulit yang banyak berisi lemak. Hal ini sangat diperlukan agar panas tubuh tidak cepat keluar dari tubuh sehingga dapat menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.
 
Kelainan dan Penyakit pada Alat Indera
  1. Rabun dekat (hipermetropi),tidak dapat melihat dekat, karena lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina
     
  2. Rabun jauh (miopi), tidak dapat melihat jauh. Penyebabnya lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina
     
  3. Astigmatis Astigmatis (mata silindris), adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama. Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.
     
  4. Presbiopia (rabun dekat dan jauh), adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans. Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua. Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).
     
  5. Penderita rabun senja (rabun ayam), tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel. pepaya, dan tomat.
     
  6. Keratomalasi, ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah. Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja. Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata. Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis). Ji ka tidak segera cliatasi. akan menimbulkan kebutaan.
     
  7. Katarak,Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut. Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.
       
    mata normal dan mata katarak
     
  8. Juling,Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.
     
  9. Glaukoma,Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan. Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan pembedahan.
     
  10. Dermatitis atopic atau eksema, adalah peradangan di awal masa kanak-kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur. Eksema merupakan penyakit tidak menular.


     
    Penyakit dermatritis atopic pada anak.
  11. Anosmia,
    adalah hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk membaui, merupakan kelainan yangpaling sering ditemui. Penciuman dapat dipengaruhi oleh beberapa perubahan di dalam hidung, di dalam saraf yangberasal dari hidung menuju ke otak atau di dalam otak.
     
  12. Otitis Radang telinga atau otitis, adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dan rongga mulut), antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.
     
  13. Tuli, merupakan gangguan pendengaran karena kerusakan saraf pendengaran, infeksi bakteri, atau jamur. Tuli merupakan gejala utama radang telinga (otitis). Gendang telinga terlihat utuh, namun tertarik/retraksi,suram, kuning kemerahan, atau keabu-abuan.
     
  14. Buta Warna,Istilah buta warna dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna objek yang terlihat bukan warna yang sesungguhnya. Penyebab buta warna adalah faktor keturunan, gangguan terjadi biasanya pada kedua mata, namun tidak memburuk. Penyebab lainnya adalah kelainan yang didapat selama kehidupannya,
     
  15. Otosklerosis,Penyakit ini merupakan tuli konduksr yang menahun karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak secara leluasa. Penyakit ini harus ditangani oleh dokter THT.

Sumber : Edukasi.Net

No comments:

Post a Comment

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "